Slideshow

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Oktober 2011

Jam Biologis Pria Melambat Mulai Usia 41

Siapa bilang hanya kaum Hawa yang dilanda ketakutan akan melewatkan masa-masa keemasannya untuk bereproduksi? Pria ternyata juga dihantui ketakutan yang sama. Pasalnya, jam biologis pria melambat ketika menginjak usia 41 tahun ke atas. Demikian hasil penelitian terbaru yang telah dipresentasikan di konferensi tahunan American Society for Reproductive Medicine, baru-baru ini.

Fakta unik ini terungkap setelah seorang donor sperma berusia 41 tahun gagal untuk membuahi sel telur berkualitas baik, yang datang dari seorang perempuan muda sehat. Para peneliti menemukan ketika menginjak usia 41 tahun seorang pria hanya memiliki kemungkinan 60 persen untuk melakukan pembuahan. Sedangkan setelah menginjak usia 45 tahun, kemungkinan itu menurun sebanyak 35 persen.


"Umur berpengaruh besar. Pria memiliki jam biologis juga. Memang tidak seperti perempuan, tapi mereka juga memiliki masa keemasan dalam soal reproduksi. Bagi pria yang ingin memiliki keturunan, ada baiknya tidak menunda terlalu lama," kata pimpinan penelitian, Paula Fettback

Jangan Jemur Pakaian di Dalam Rumah

Mengeringkan pakaian di dalam rumah ternyata berbahaya bagi kesehatan tubuh dan bisa memicu penyakit. Aroma segar dan dingin di dalam rumah yang bercampur bekas cucian memiliki dampak buruk bagi tubuh. Hal ini terjadi jika terhirup dalam jangka waktu lama. Demikian menurut para ilmuwan Amerika Serikat dan para ahli pencemaran lingkungan dari University of Washington di Seattle, belum lama ini.

Para peneliti meneliti penguapan yang terjadi di tempat pengeringan pakaian. Hasilnya mereka menemukan sekitar 25 senyawa organik yang mudah menguap serta tujuh polutan udara berbahaya. Hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan jika terhirup dan dapat menyebabkan kanker. Dua dari zat berbahaya tersebut adalah asetaldehida dan benzene, yang diketahui sebagai racun karsinogen.


Orang-orang yang sering berada di daerah tempat pengeringan tersebut, umumnya sering merasakan sakit kepala dan masalah dengan kesehatan. Jadi cara terbaik mengeringkan pakaian adalah dengan mengeringkan di tempat terbuka. Jika perlu menggunakan pengering khusus, bukan menjemurnya di dalam rumah.

Jangan Cabut Uban Sembarangan

Salah satu ketakutan sebagian manusia adalah menjadi tua. Padahal kondisi ini wajar dan pasti akan terjadi. Semakin bertambah usia, akan terjadi perubahan pada tubuh. Mulai dari kulit keriput hingga perubahan warna rambut menjadi beruban.

Sebagian orang menganggap si putih dapat merusak penampilan. Alhasil, kegiatan mencabut uban jadi agenda rutin harian Anda. Padahal tanpa disadari, aktivitas iseng ini dapat membahayakan kesehatan kulit kepala Anda.


Mencabut uban di kepala akan berakibat terganggunya sel-sel saraf kulit Anda. Menurut pakar Dermatologi, dr. Farmanina Santoso, di bawah lapisan kulit terdapat banyak sel yang bisa terganggu jika rambut di cabut. Bila hal ini Anda langgar, maka pertumbuhan rambut akan mengalami hambatan.


Nina, sapaan akrabnya, menyarankan agar Anda membiarkan si putih itu muncul. Alasannya, ada tiga tahap pertumbuhan rambut. Pertama biasa disebut anagen, yaitu sebuah proses pertumbuhan aktif yang bisa memakan waktu 2-6 tahun. Kedua, kotagen yang juga disebut tahapan transisi, dan ketiga telogen atau fase istirahat sehingga rambut akan memiliki tunas baru, yang keluar dan memanjang, selanjutnya menjadi rambut baru.


Rambut pasti akan mengalami kerontokan, termasuk si uban. Biarkan saja ia tumbuh dan bila waktunya rontok pasti akan jatuh juga.

Dampak Buruk Asap Obat Nyamuk

Asap Obat Nyamuk Sama dengan 100 Batang Rokok

Siapa sangka jika obat nyamuk bakar yang katanya bisa membuat nyamuk menghilang justru membawa bencana buat kesehatan. Sebuah penelitian di Malaysia menunjukkan bahwa asap dari obat nyamuk adalah setara dengan 100 batang rokok. Akibatnya, masalah pernapasan pun kerap kali dialami oleh pengguna obat nyamuk bakar.

"Tidak banyak orang tahu tentang hal itu, tetapi kerusakan yang terjadi di paru-paru disebabkan oleh asap obat nyamuk bakar sama dengan 100 batang rokok," kata, Sandeep Salvi, Direktur Penelitian Paru-paru.


Menurut studi lain di New Delhi, India, 55 persen penduduk kota yang tinggal dalam 500 meter dari sumber polusi udara seperti kendaraan jalan lalu lintas atau dekat dengan daerah industri, rentan terhadap polusi. Sehingga, dua juta anak di bawah usia lima tahun meninggal karena masalah pernapasan setiap tahunnya.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons